Rabu, 19 Oktober 2011

Siapa yang puas atas karunia-MU ?


Siapa yang puas atas karunia-MU ?
Jikaa kawan-kawan semua telah membaca 2 tulisan sebelum ini mungkin kalian akan menganggap bahwa penulis (yaitu saya) “hidup hanya untuk menyembah ALLAH SWT dan rezeki ada di tangan-NYA oleh karena itu sembahlah!”
Bukan!
Pernahkan kalian mendengan tentang cerita Nabi Ayub?
“Nabi Ayub yang miskin dan mempunyai penyakit kulit itu akhitnya diangkat derajatnya oleh ALLAH SWT dengan disembuhkannya penyakit beliau dan dibalikkannya rezeki baginya,tidak sampai disitu..Kemudian turunlah hujan belalang emas & Seketika itu pula Nabi Ayub memungutinya”
Kemudian ALLAH berfirman “Wahai Ayub tidakkan kau puas dengan nikmat yg kuberi ?”
Nabi Ayub pun berkata “Siapa yang puas atas Karunia MU ?”
Dari cerita tersebut dapat kita petik bahwa kita sebagai manusia kita berhak berminta atau bermanja-manja layaknya anak kecil yang merengek meminta balon..
Dari cerit tersebut juga dapat digambarkan bahwa manusia berhak untuk menjadi kaya! Dan bukan berarti kita hanya merengek dan meminta sama ALLAH kemudian seketika itu pula jatuh rezeki di hadapan kita..sungguh persepsi yang salah karena tidak aka nada hasil tanpa usaha.
Kalo kita lihat zaman-zaman Nabi sebelum kita (Khususnya Nabi Muhammad SAW) dan para sahabatnya tidak ada yang miskin..dari mulai Abu Bakar As Syidik, Umar Bin Khatab,Usman bin Affan, sampai ali bin abi thalib..Kekayaan mereka sungguh berlimpah sampai bahkan Umar bin khatab menyumbang 1000 unta untuk perang.
Subhanallah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar