Jumat, 27 Mei 2011

arti warna obat

Sebagai pengetahuan dasar bagi kita yang seringkali memakan obat namun tidak mengerti arti tanda dalam kemasan, termasuk kandungan yang ada didalamnya. artikel ini menjelaskan secara ringkas sekelumit tentang obat dan kemasannya.

Obat-obat yang dijual di pasaran dilengkapi dengan kode berupa lingkaran berwarna pada kemasannya. Masing-masing warna mengindikasikan ketentuan yang berbeda: * Lingkaran hijau



Quote:
Obat-obatan dengan tanda lingkaran hijau mengindikasikan bahwa obat ini dapat dibeli bebas di pasaran. Yang termasuk dalam golongan ini antara lain, vitamin, oralit, pedialit dan sebagainya.
* Lingkaran biru



Quote:
Lingkaran biru yang terdapat dalam kemasan obat mengindikasikan bahwa obat ini dijual bebas terbatas. Maksudnya, meski bisa dibeli tanpa resep dokter, tapi aturan pakai dan efek sampingnya harus menjadi perhatian. Penggunaannya pun harus sesuai dengan indikasi yang tertulis pada kemasannya. Yang termasuk dalam golongan lingkaran biru antara lain obat batuk dan obat demam.
* Lingkaran merah



Quote:
Lingkaran merah menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras yang harus diresepkan dokter. Yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik, obat-obat hormonal dan sebagainya.
Obat Narkotika HATI - HATI
Spoiler for pic:


Quote:
Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. Tanda khususnya gambarnya lingkaran merah dengan tanda + warna merah.
Sebelum menggunakan obat, termasuk obat bebas dan bebas terbatas harus diketahui sifat dan cara pemakaiannya agar penggunaannya tepat dan aman. Informasi tersebut dapat diperbolehkan dari etiket atau brosur pada kemasan obat bebas dan bebas terbatas.
Quote:
Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang 5 (lima) sentimeter, lebar 2 (dua) sentimeter dan memuat pemberitahuan berwarna putih sebagai berikut:



Seharusnya obat jenis ini hanya dapat dijual bebas di toko obat berizin (dipegang seorang asisten apoteker) serta apotek (yang hanya boleh beroperasi jika ada apoteker), karena diharapkan pasien memperoleh informasi obat yang memadai saat membeli obat bebas terbatas.

Contoh obat golongan ini adalah: pain relief, obat batuk, obat pilek dan krim antiseptik.


KANDUNGAN OBAT

Quote:
* BATUK

Obat batuk yang dijual di pasaran umumnya termasuk golongan lingkaran biru atau dijual bebas terbatas. Biasanya obat batuk dikombinasikan dengan obat pilek, meski ada juga yang dijual khusus untuk mengatasi batuk saja. Kandungan yang terdapat di dalamnya, antara lain:

- Bromhexsin

Berfungsi sebagai pengencer dahak.

- Dextrometrofan

Berfungsi sebagai antibatuk.

- Ambroxsol

Berfungsi sebagai mukolitik dan sekretolitik atau pengencer dahak. Bila dahak bisa dikeluarkan dari saluran pernapasan, anak akan merasa lega karena napasnya tidak terhambat lagi.

Meski obat batuk ini dengan mudah dibeli di pasaran, tapi mengingat obat ini digolongkan dalam lingkaran biru, sebaiknya orang tua tidak gegabah memberikannya. Saat anak batuk, sebagai langkah pertama sebaiknya mintalah ia untuk minum air hangat banyak-banyak.

* PILEK

Sama halnya dengan batuk, obat-obatan untuk mengatasi pilek biasanya termasuk golongan lingkaran biru atau dijual bebas terbatas. Sebagai wujud kehati-hatian, sebaiknya orang tua memahami zat apa saja yang terkandung dalam obat pilek, yaitu:

- Decongestan

Fungsinya mengatasi hidung tersumbat. Umumnya untuk obat pilek anak, decongestan yang dicampurkan adalah jenis pseudoefedrin.

- Antihistamin

Fungsinya untuk mengatasi alergi termasuk bersin-bersin. Antihistamin yang biasa digunakan adalah CTM, defenhidramin, loratadin, citirizin.

* DEMAM

Demam atau naiknya suhu tubuh anak harus diwaspadai. Apalagi kalau ada riwayat panas demam diikuti kejang. Lantaran itu banyak dokter yang menyarankan orang tua untuk menyediakan obat penurun panas di rumah. Kandungan obat penurun panas adalah:

- Analgetik

Fungsinya untuk menghilangkan rasa sakit pada sendi dan nyeri. Yang termasuk dalam golongan analgetik adalah aspirin, ibuprofen.

- Antipiretik

Fungsinya untuk menurunkan panas. Umumnya zat yang digunakan adalah paracetamol.

Khusus bagi anak yang mempunyai riwayat kejang, biasanya dokter menyarankan untuk menyediakan stesolit yang di dalamnya terkandung diasepam sebagai zat antikejang. Obat ini harus dibeli dengan resep dokter karena dosisnya disesuaikan kondisi masing-masing anak.
Quote:
* DIARE

Tren pengobatan terbaru yang direkomendasikan WHO untuk diare pada anak adalah memberikan oralit (larutan gula garam) atau pedialit (pengganti cairan tubuh untuk anak-anak dengan rasa stroberi atau vanila). Keduanya termasuk golongan lingkaran hijau yang berarti boleh dijual bebas. Oralit atau pedialit fungsinya mengganti cairan yang keluar dan menjaga supaya tidak sampai dehidrasi.

Dahulu tujuan pengobatan diare lebih mementingkan supaya kembali “mampet”. Kalau sekarang, meskipun si kecil buang air besar sampai 8 kali sehari masih dianggap wajar. Kenapa? Karena justru “racun-racun” yang menyebabkan diare dibiarkan keluar bersama kotoran.

Sebelum memberikan obat diare, ada baiknya orang tua mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab zat-zat yang terdapat dalam obat-obat ini umumnya berfungsi menyerap dan memampatkan. Zat-zat tersebut antara lain:
Quote:
- Becarbon

Fungsinya menyerap dan mengeluarkan kembali.

- Coulin dan Pektin

Fungsinya menyerap.

- Aktifited Aktapolid

Untuk pengobatan simtomatik, seperti rasa mulas, perih, kembung.

ZAT-ZAT TAMBAHAN LAINNYA

Quote:
Obat identik dengan rasa pahit. Untuk anak, hal tersebut jelas menyulitkan, sebab kesembuhannya sedikit banyak ditentukan dengan masuk/tidaknya obat ke dalam tubuh. Untuk itulah obat-obatan anak biasanya diberi zat-zat tambahan sehingga terasa lebih “enak” di lidah. Ada pun zat-zat tersebut adalah:
* Pewarna

Biasanya digunakan carmin atau indigo.

* Perasa

Ekstrak rasa buah, seperti stroberi, jeruk, vanila dan sebagainya.

* Pemanis

Sakarin, equal, atau gula pasir biasa.

* Aroma

Menthol, mint, aroma buah dan sebagainya.

* Bentuk

Dengan kemajuan teknologi, obat berbentuk tablet kini dicetak dalam bentuk-bentuk yang menarik, seperti boneka, binatang dan sebagainya.

Zat-zat tambahan tersebut aman dikonsumsi, sebab dalam proses perizinannya, lembaga-lembaga yang berwenang akan mengawasinya dengan ketat sebelum meloloskannya. Apalagi zat-zat tersebut jumlahnya sangat sedikit alias tidak signifikan. Pasalnya, zat tambahan tersebut tidak boleh mengurangi “keampuhan” dan fungsi utama obat tersebut.



Memilih Obat dengan Tepat

Quote:
- Jika Anda hendak membeli obat, pastikan Anda membeli sendiri dengan mendatangi tempat menjualnya.
- Jangan membeli obat melalui Internet atau obat pesan antar. Sebab, jika sesuatu terjadi karena mengkonsumsi obat, Anda tahu siapa yang menjualnya.
- Belilah obat di apotek atau toko obat yang memiliki izin dengan apoteker yang juga mengantongi izin praktek.
- Jika membeli obat, pastikan Anda bertemu langsung dengan apotekernya.
- Baca indikasi, kontraindikasi, dan masa kedaluwarsa obat.
- Pastikan obat yang akan dibeli sudah lolos edar dari BPOM.
- Jika obat sudah habis dikonsumsi, pastikan kemasan obat (kardus atau botol) itu sudah dirusak sebelum dibuang agar tak digunakan kembali untuk praktek pemalsuan obat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It